Saturday, 7 September 2013

Rebutan Susu Bakalan Ketat

Intelligent Report (IR):
Gambar : http://www.anneahira.com
Pabrik susu milik PT. Indolakto Purwosari di Jawa Timur senilai US$ 130 juta atau sekitar Rp 1,17 triliun, saat ini pembangunannya hampir selesai. Pabrik susu ini diproyeksikan akan memproduksi susu dengan serapan susu peternakan rakyat yang sangat besar. PT. Indolakto Purwosari sekarang ini sudah mulai membangun penampungan susu di Jawa tengah dengan kapasitas 100 ton per hari, padahal di sana saat ini mereka hanya memperoleh susu sebanyak 10 ton per hari.  Dari manakah 90 ton lagi? Kondisi ini logis dipertanyakan, karena untuk memenuhi 90 ton per hari membutuhkan sapi produktif sekitar 10 - 12  ribu ekor (jika sapi laktasi diperhitungkan sebesar 80 % dari total sapi produktif, dan rata-rata produksi 10 liter/ekor/hari). Apakah di Jawa Tengah sapi produktim bertambah sebanyak itu?

Upaya-upaya yang dilakukan oleh  PT. Indolakto Purwosari dalam memenuhi kebutuhan susu ini adalah dengan mengintroduksikan sapi perah impor, menurut penulusuran informasi, perusahaan ini telah memasukan sapi perah impor ke Jawa Timur 1.000 ekor, dan Jawa Tengah kurang dari 200 ekor yang disebar ke peternak melalui kelompok peternak yang menjadi suplier susu ke Indolakto. Upaya itu dinilai masih belum memadai untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku pabriknya.  

Menurut sumber (IR) untuk memenuhi kebutuhan bahan baku (susu) mereka akan melakukan upaya pendekatan terhadap kelompok dengan pendekatan finansial, yaitu: menaikan harga susu dan pemberian kredit sapi impor dengan pola pengembalian : satu ekor sapi dara bunting impor harus dikembalikan 3 ekor pedet lepas sapih. Langkah selajutnya, Indolakto akan memfasilitasi penyediaan cooling unit bagi kelompok yang mempunyai produksi susu 2.500 - 3.000 liter/hari 

Prediksi:  Mereka akan tetap berupaya memenuhi kebutuhan bahan baku susu dan akan melakukan perang harga dengan industri pengolahan susu (IPS) lainnya. Perebutan susu antara indutri pengolahan susu akan menjadi lebih ketat, dan berdampak pada perubahan tatanan kelembagaan persusuan secara nasional, dan akan mengurangi peran koperasi, karena kelompok diperkirakan dapat menjadi suplier langsung.  Kalau demikian tatanan kelembagaan yang sudah dibangun akan berubah, apakah lebih baik bagi para peternak rakyat?



Friday, 6 September 2013

Lowongan Kerja

LOWONGAN KERJA

Sebuah Perusahaan Nasional yang bergerak dalam bidang kemitraan membutuhkan tenaga Technical Services (TS) untuk ditempatkan di Jawa Barat

Persyaratan :  Sarjana Peternakan (S1) dan menguasai teknis beternak ayam broiler

Lamaran beserta Curriculum Vitae kirim ke Bapak Ujang Sofyan via email : ujang_sofyan@ymail.com

Thursday, 5 September 2013

Kandungan Gizi Susu

Deskripsi Susu

Susu asal ternak yang dikonsumsi oleh manusia antara lain adalah susu sapi, kambing dan kerbau. Air susu yang populer dikonsumsi adalah susu sapi, baik dalam bentuk susu segar, susu pasteurisasi, maupun susu bubuk dan bentuk susu olahan lainnya. SNI menyebutkan bahwa: susu segar adalah cairan yang berasal dari ambing sapi sehat dan bersih, yang kandungan alaminya tidak dikurangi atau ditambah sesuatu apapun dan belum mendapatkan perlakuan apapun kecuali pendinginan (SNI 3141 No.1 Tahun 2011, BSN 2011).

Kandungan Gizi Susu

Sumber : Maheswari dan Ronny (2008)
Susu mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia antara lain protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitamin. Kandungan protein dan lemak pada susu kambing relatif lebih besar dari pada yang terkandung pada susu sapi, namun kandungan karbohidrat masih lebih besar pada susu sapi.  Berdasarkan kandungan gizinya, maka susu sapi dan susu kambing dinilai memiliki gizi yang dibutuhkan oleh manusia.  

Dewasa ini, khususnya susu kambing banyak dipromosikan banyak kalangan, terutama oleh produsen dan kalangan pemasar, bahwa susu kambing memiliki berbagai manfaat diantaranya bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan berbagai penyakit, bahkan untuk kesehatan dan kecantikan kulit.  Apakah benar demikian...? Sebagai gambarannya disajikan kandungan lengkap susu kambing dan susu sapi sebagai perbandingan. 

Tabel 1.  Kandungan Kalori, Mineral dan Vitamin Susu Sapi dan Susu Kambing

Komposisi Kimia
Susu Sapi
Susu Kambing
Kalori (kal)
61
69
Fosfor (g)
93
111
Kalsium (g)
19
132
Magnesium (g)
13
14
Besi (g)
0,05
0,05
Natrium (g)
49
50
Kalium (g)
152
204
Vitamin A (IU)
126
185
Thiamin (mg)
0,04
0,04
Riboflavin (mg)
0,16
0,14
Niacin (mg)
0,08
0,28
Vitamin B6 (mg)
0,04
0,05
   Sumber : Maheswari dan Ronny (2008)


Tuesday, 3 September 2013

Swasembada Susu

Tercapaikah  Program Swasembada Susu 2020 ?

Sumber Foto: http://blogs.coventrytelegraph.net
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan pemerintah belum punya target untuk menentukan kapan terjadi swasembada. "Swasembada susu kapan? masih jauh banget," ucap Rusman, Jumat (7/6) (Surabaya Post online  sabtu 08/06/ 2013).Rusman menuturkan pemerintah tidak tinggal diam saja, saat ini fokus Kementerian Pertanian adalah bagaimana meningkatkan produktivitas susu sapi dan meningkatnya konsumsi susu rakyat Indonesia. Pendapat ini Sejalan dengan pendapat Ketua Dewan Persusuan Nasional Teguh Boediyana menambahkan, jika diasumsikan bahwa pada tahun 2020 tercapai swasembada susu, yakni mampu memenuhi 90% dari kebutuhan susu nasional atau sekitar 5,4 Milyar liter, Teguh menghitung, pada tahun 2012 tersebut harus ada sekitar 1,44 juta ekor sapi perah laktasi. Jika yang menjadi kekhawatiran selama ini adalah ketersediaan lahan dan hijauan untuk ternak, sebenarnya lahan masih
cukup luas dan terdapat daerah yang sesuai untuk pengembangan sapi perah. Hanya saja, selama ini peternakan sapi perah masih berpusat di daerah tertentu di Pulau Jawa, sehingga wajar jika terjadi kesulitan tersendiri untuk memenuhi dua hal tersebut. "Perlu dilakukan pengembangan usaha peternakan sapi perah di luar Jawa yang pada dasarnya juga memiliki potensi yang sangat bagus untuk pengembangan usaha ini,"tandas Teguh (food review Indonesia, tekad swasembada susu 2020 di posting 21 agustus 2013). 

Peluang Usaha Burung Kenari

Burung kenari merupakan salah satu burung kicauan yang banyak diminati, selain karena suaranya yang variatif dan unik, juga warnanya pun sangat beragam. Dewasa ini jumlah penggemar burung ini cenderung bertambah, ini dapat dilihat di tempat kontes burung yang semakin hari semakin banyak peserta kontes baru, di sisi lain banyak bermunculan peternak baru burung yang satu ini.



Monday, 2 September 2013

Euphoria Hobi Burung Kicauan

Booming jumlah penghobi burung terjadi akhir tahun 2012 sampai bulan Mei 2013. Lonjakan angka penghobi burung ini terjadi setelah melejitnya harga burung Pleci (kaca mata) setelah diperlombakan pada level regional dan nasional.  Awalnya harga burung pleci bakalan sangat murah berkisar antara Rp. 1.000 - Rp. 5.000/ekor, namun setelah dipelombakan harga pleci bakalan (jantan) berkisar antara  Rp. 20.000 sampai Rp. 250.000 tergantung daerah asal burung tersebut, bahkan pleci yang menang dalam perlombaan menurut beberapa pemberitaan harganya dari mulai ratusan ribu sampai dengan puluhan juta rupiah. Inilah yang menyebabkan "berjamur"-nya penghobi burung ini.


Taksonomi Sapi Perah

TAKSONOMI SAPI  PERAH

Kingdom    :     Animalia,
filum           :     Chordata
kelas          :     Mammalia
Ordo          :     Artiodactyla
Famili         :     Bovidae
Subfamili    :     Bovinae
Genus         :     Bos
Spesies       :     Bos taurus, dan dengan nama binomial Bos taurus

(Linnaeus 1758).